Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Komunitas Reog Ponorogo Restui Seni Barongan Blora Mendaftar ke UNESCO lewat Jalur Extension

16 Oktober 2026 | Oktober 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-16T11:07:04Z

‎​



BLORA,LintasUpdate.id— Dukungan kuat bagi Seni Barongan Blora untuk meraih pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO terus mengalir. Komunitas Seniman Reog Ponorogo secara resmi menyatakan persetujuan dan kesiapannya untuk mendampingi Barongan Blora agar terdaftar di UNESCO melalui skema USL Extension (perluasan) Reog Ponorogo.

‎

‎​Dukungan lisan dan tertulis tersebut disampaikan dalam ajang Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Bantarangin, Kantor Bupati Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

‎

‎​Pimpinan Komunitas Reog Ponorogo, Pak Marji, menegaskan bahwa keikutsertaan Barongan Blora ke UNESCO merupakan langkah tepat mengingat kedua seni pertunjukan tersebut berada dalam satu rumpun kebudayaan yang sama.

‎

‎​"Kami komunitas Reog Ponorogo setuju dan mendukung Barongan Blora menjadi USL Extension Reog Ponorogo di UNESCO. Sebagai kesenian yang serumpun, kami siap mendukung agar Barongan Blora juga mendapatkan pengakuan dunia seperti Reog yang telah terdaftar pada 2024 lalu," ujar Marji di hadapan para seniman Blora dan Tim Asistensi UNESCO.

‎

‎​Senada dengan para seniman, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, S.Sos., M.Si., menyambut hangat usulan tersebut. Menurutnya, Reog dan Barongan pada hakikatnya memiliki akar historis yang sama, yakni bersumber dari Cerita Panji, meski masing-masing daerah memiliki ekspresi dan karakter lokal yang khas.

‎

‎​"Melalui FGD ini kami sangat senang dan mendukung penuh. Jalur yang ditempuh adalah skema extension atau pengembangan. Semoga ini semakin memperkaya khasanah budaya Indonesia di mata dunia. Ponorogo dan Blora bersaudara dalam berkesenian dan berkebudayaan," ungkap Judha.

‎

‎​Sementara itu, Plt. Kepala Bapperida Blora, Drs. Heru Eko Wiyono, yang memimpin rombongan dari Kabupaten Blora, menjelaskan bahwa silaturahmi dan FGD ini menjadi pijakan awal sebelum kesepakatan resmi ditandatangani oleh pimpinan kedua daerah.

‎

‎​"InsyaAllah, kesepakatan antara seniman Blora dan Ponorogo ini akan diperkuat dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Blora dan Plt. Bupati Ponorogo. MoU ini menjadi payung hukum bahwa Ponorogo siap mendukung pengusulan Barongan Blora masuk UNESCO dalam 'satu rumah' dengan Reog Ponorogo," jelas Heru.

‎

‎​Tahapan pendaftaran Barongan Blora ke UNESCO diproyeksikan rampung dan lolos pada tahun 2027. Proses ini dikawal langsung oleh Tim Asistensi yang sebelumnya sukses mengantarkan Reog Ponorogo meraih status WBTb UNESCO pada tahun 2024.

‎

‎​Tim independen tersebut beranggotakan Fasilitator ICH UNESCO Drs. Harry Waluyo, M.Hum.; Akademisi ITB Dr. Muksin, S.Sn., M.Sn.; peneliti BRIN Damardjati Kun Marjanto; serta Panca Waluyo dari Yayasan Pendidikan Auditor Indonesia. Langkah ini juga mendapat supervisi ilmiah dari Guru Besar Seni Tari ISI Surakarta, Prof. Dr. Slamet MD, M.Hum.

‎

‎​Turut hadir dalam rombongan Blora di antaranya Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Blora, Ketua Paguyuban Seniman Barongan Blora Aan, Ketua Barongan Risang Guntur Seto Adi Wibowo, Ketua Barongan Singo Lodra Todanan Widodo, serta sejumlah tokoh seniman Blora lainnya. (Red)


‎

×
Berita Terbaru Update