Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

Facebook

Ad Home

Follow Us

Sponsor

Header Ads

Random Posts

Pemerintahan

Kesehatan

TNI-POLRI

Hiburan

Video News


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Suasana sore di Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora mendadak mencekam. Seorang pelajar berinisial AHS (10) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Dukuh Nglaroh saat sedang mandi bersama rekan-rekannya, Jumat sore, (06/02/2026).

Peristiwa memilukan ini bermula sekira pukul 14.00 WIB. Menurut keterangan saksi mata, Wahyu, yang saat itu tengah memancing di lokasi, korban terlihat sedang bermain air di pinggir embung bersama tiga temannya. Situasi yang semula ceria berubah menjadi kepanikan saat mereka bercanda saling dorong hingga terseret ke bagian embung yang lebih dalam.

Melihat para korban kesulitan berenang, Wahyu spontan melompat ke air. Ia berhasil menyelamatkan satu anak secara langsung, kemudian menggunakan tongkat kayu sepanjang lima meter untuk meraih anak lainnya. Dua anak berhasil selamat setelah menggapai tongkat tersebut, namun nahas, jarak AHS yang terlalu jauh membuatnya gagal meraih bantuan hingga akhirnya tenggelam.

Kapolsek Jepon, Iptu Moh. Junaidi, S.H., M.H., menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim BPBD Kabupaten Blora untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan warga.

"Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan langsung dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Blora. Namun, pihak medis menyatakan nyawa korban sudah tidak tertolong," ujar Iptu Junaidi.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Gejala medis yang ditemukan menunjukkan indikasi kuat gagal napas murni akibat tenggelam. Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Menanggapi tragedi ini, pihak kepolisian memberikan imbauan tegas kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama saat bermain di dekat area perairan.

"Kami meminta warga untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di area embung tanpa pengawasan, apalagi jika tidak mahir berenang. Kami juga akan berkoordinasi untuk pemasangan papan peringatan di lokasi agar kejadian serupa tidak terulang," pungkas Kapolsek.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan pakaian korban dan tongkat kayu yang digunakan saksi saat upaya penyelamatan.(Fath) 


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Memasuki periode Operasi Keselamatan Candi 2026, Kepolisian Resor (Polres) Blora menunjukkan bahwa penertiban lalu lintas tidak selamanya soal tilang dan teguran. Melalui aksi simpatik "Jumat Berkah", jajaran Polres Blora menyambangi warga di kawasan pemukiman padat penduduk sepanjang rel kereta api Kelurahan Kedung Jenar, Jumat (06/02/2026).

Kegiatan yang berlokasi tepat di belakang Mako Turjagwali ini menjadi momen bagi kepolisian untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat kelas bawah yang tinggal di area bekas jalur rel kereta api.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Kompol Slamet Riyanto, menjelaskan bahwa langkah door-to-door ini dipilih agar pesan keselamatan sampai langsung ke jantung masyarakat.

"Kami ingin berbagi kebahagiaan di hari Jumat ini. Selain bantuan sosial, misi utamanya adalah mengingatkan warga untuk selalu mengutamakan keselamatan, baik saat berkendara di jalan raya maupun kewaspadaan tinggal di sekitar rel kereta api," jelas Kompol Slamet.

Dalam aksi tersebut, paket sembako dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Sambil menyerahkan bantuan, para personel juga menyelipkan edukasi mengenai tata tertib berlalu lintas. Targetnya jelas: mendukung terciptanya Zero Accident di Kabupaten Blora.

Respons positif datang dari salah satu warga penerima manfaat yang mengaku terharu dengan kehadiran polisi di pemukiman mereka.

"Terima kasih Bapak Kapolres. Bantuan ini sangat membantu, dan kami jadi merasa lebih diperhatikan sekaligus diingatkan untuk hati-hati di jalan," ungkapnya.

Dengan pendekatan yang hangat dan kekeluargaan, Polres Blora berharap kesadaran akan keselamatan lalu lintas tumbuh dari rasa tanggung jawab kolektif, bukan sekadar karena takut akan sanksi hukum.(Fath) 


BLORA,LINTAS UPDATE.ID
— Sejumlah tokoh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendatangi Mapolsek Jepon, Kabupaten Blora, pada Kamis (5/2/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk mengklarifikasi video viral terkait aktivitas di Kafe Nael Kampung Baru, yang sempat memicu polemik di media sosial.

Miskomunikasi, Bukan Minta Gratis

Pertemuan yang difasilitasi oleh pihak kepolisian ini merupakan buntut dari peristiwa yang terjadi pada Jumat malam pukul 19.00 WIB, tanggal, 30 Januari 2026. Dalam klarifikasi tersebut, perwakilan tokoh masyarakat menegaskan bahwa narasi yang beredar mengenai anggota Ormas atau LSM yang meminta fasilitas menyanyi secara gratis adalah tidak benar.

"Pemberitaan yang menyebut adanya anggota Ormas maupun LSM di Blora meminta nyanyi gratis itu tidak benar. Yang terjadi sebenarnya adalah miskomunikasi," ungkap salah satu perwakilan tokoh yang hadir.

Ia menjelaskan bahwa rekaman video yang beredar luas di masyarakat tidak menampilkan konteks kejadian secara utuh, sehingga menimbulkan persepsi keliru yang berpotensi merugikan nama baik lembaga maupun kondusivitas daerah.

Kesepakatan Menjaga Kondusivitas

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi kepolisian setempat, di antaranya:

‎​Kasat Intelkam Polres Blora, Agus.

‎​Kasatreskrim Polres Blora, Zainul Arifin.

‎​Kapolsek Jepon, Junaedi.

Pihak pengelola Kafe Nael,Toni Sinaga dan Santy Silaban.

Dalam mediasi ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka. Para tokoh Ormas dan LSM juga membacakan pernyataan sikap bersama untuk tetap menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Blora.

"Kami berkomitmen dan bersepakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas di Kabupaten Blora. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi," tegasnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral agar gesekan sosial tidak meluas. Pihak kepolisian dan tokoh masyarakat berharap agar warga lebih bijak dalam menyerap informasi dari media sosial serta memercayakan penyelesaian masalah kepada pihak yang berwenang.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, diharapkan tensi di tengah masyarakat kembali mereda dan aktivitas publik di kawasan Jepon kembali berjalan normal tanpa bayang-bayang isu miring.(Fath)