Menyiapkan ribuan porsi makanan dalam waktu singkat merupakan tantangan harian yang menuntut produktivitas tinggi dari para petugas di SPPG 27 Turirejo. Oleh karena itu, pengelola mewajibkan rutinitas senam bugar guna menjaga stamina fisik seluruh jajaran juru masak.
Kegiatan fisik ini terbukti efektif dalam memacu semangat kerja dan mengurangi tingkat stres di lingkungan dapur yang sangat dinamis. Selain meningkatkan kebugaran, gerakan senam bersama ini juga menjadi sarana pemanasan sebelum tim bergelut dengan peralatan dapur yang berat.
Setelah energi fisik terisi kembali, tim segera beralih ke sesi koordinasi teknis yang dilakukan dengan cara diskusi ringan. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah mengevaluasi ketepatan waktu distribusi dan efisiensi pengolahan bahan baku makanan gizi harian.
Kepala SPPG 27 Turirejo, Toshari Indra Triana, memandu langsung jalannya evaluasi agar setiap bagian memiliki pemahaman yang sama. Ia mendorong stafnya untuk bersikap jujur mengenai kendala alat maupun sistem kerja yang mungkin menghambat produktivitas mereka di dapur.
"Jangan sampai ada omongan di belakang, sampaikan unek-unek sekarang agar kita bisa melangkah lebih solid," kata Toshari untuk memicu partisipasi aktif staf. Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa ketidaksinkronan sedikit saja bisa berdampak besar pada jadwal distribusi ke sekolah-sekolah.
Aiptu Yeni Agus Setiawan, SH., menambahkan bahwa stamina yang terjaga dan komunikasi yang lancar akan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Menurutnya, kelelahan fisik yang berlebihan dan komunikasi yang tersumbat seringkali menjadi pemicu kesalahan kerja di lapangan.
Melalui kombinasi olahraga rutin dan diskusi koordinasi, SPPG 27 Turirejo berhasil menjaga performa produksinya tetap stabil dan berkualitas. Langkah strategis ini memastikan setiap anak sekolah menerima manfaat gizi secara tepat waktu dan dalam kondisi yang terbaik.

Tidak ada komentar: