BLORA,LINTASUPDATE.ID– Semangat perjuangan tokoh legendaris Samin Surosentiko kembali digemakan dalam peringatan 119 tahun perjuangannya yang digelar di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surondiko, Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Minggu (15/3/2025).
Mengusung tema "Nyawiji Guyub Nutugno Lakon", acara ini menjadi momentum bagi para pengikut ajaran Samin (Sedulur Sikep) untuk memperkuat kebersamaan dalam melanjutkan nilai-nilai luhur sang tokoh.
Acara ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi besar bagi Sedulur lintas daerah, mulai dari Bojonegoro, Ngawi, Pati, Grobogan, Madiun, Ponorogo, hingga Rembang.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat sejak siang hari, sampai malam hari. Adapun rangkaian acaranya:
Timbang Gunem/Cocokan Lakon: Diskusi dan penyelarasan langkah perjuangan.
Srawung Adam Timur: Ajang silaturahmi antarwarga.
Lamporan & Suluh Samin: Ritual pada malam hari sebagai simbol penerangan jiwa.
Tradisi Brokohan: Makan bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Sesepuh Samin asal Pati, Gunretno, menekankan pentingnya pembuktian nyata atas perjuangan Mbah Samin dalam kehidupan sehari-hari.
"Setiap ketemu, saya mengajak bersama untuk membuktikan perjuangan Mbah Samin ini," ungkapnya.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang hadir langsung di lokasi, menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya masyarakat dalam menjaga tradisi (uri-uri) ajaran Samin.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora sangat mengapresiasi sedulur semua yang masih uri-uri tradisi yang menurut saya luar biasa. Ajaran-ajaran ini adalah kekayaan milik kita yang harus dilestarikan," ujar Bupati Arief.
Sebagai bentuk penghormatan nyata, sosok yang akrab disapa Mas Arief ini menjelaskan bahwa nama Samin Surosentiko telah diabadikan pada fasilitas publik seperti Gedung Samin Surosentiko dan RSUD Randublatung Samin Surosentiko.
Ke depannya, Bupati berharap sejarah dan ajaran Samin dapat masuk ke dalam ranah pendidikan formal di Blora. Ia mendorong agar tulisan-tulisan mengenai Samin diperbanyak dan tersedia di perpustakaan sekolah.
"Kita berharap sejarah perjuangan ini bisa dibukukan dan menjadi literasi bagi anak-anak sekolah di Blora agar mereka tahu akan ajaran dan perjuangan Mbah Samin," pungkasnya.
Acara ditutup dengan pembacaan puisi tentang Samin oleh salah satu warga, menambah suasana khidmat di tengah Pendopo Pengayoman.(Fath)
