BLORA,LINTASUPDATE.ID-Pemerintah Kabupaten Blora melakukan evaluasi penggunaan jaringan internet di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), badan, rumah sakit, dan kecamatan. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan adanya potensi efisiensi anggaran lebih dari setengah miliar rupiah.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa anggaran internet yang semula sekitar Rp2,5 miliar dipangkas menjadi sekitar Rp1,9 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin rapat di Ruang Pertemuan Setda.
“Dari Rp2,5 miliar untuk seluruh OPD dan kecamatan, kami minta dilakukan efisiensi dan hasilnya menjadi Rp1,9 miliar,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan pengurangan anggaran tersebut diharapkan tidak berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Rincian lebih lanjut terkait OPD yang terdampak efisiensi akan disampaikan kemudian.
Menurutnya, anggaran hasil efisiensi akan dihitung kembali dan diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat serta pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora.
Dalam rapat tersebut juga dibahas penghentian langganan aplikasi tertentu, seperti CapCut dan Canva, pada salah satu dinas sebagai bagian dari upaya penghematan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Blora, Pratikto Nugroho, menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan melalui penerapan standar penggunaan internet.
“Untuk OPD dibatasi sekitar 100 Mbps, sedangkan kecamatan 50 Mbps. Namun untuk unit pelayanan seperti puskesmas tetap diprioritaskan agar layanan tidak terganggu,” jelasnya.
Ia menambahkan, OPD yang memiliki server dengan data penting tetap akan difasilitasi sesuai kebutuhan. Kebijakan ini akan segera diterapkan dan dievaluasi secara berkala.
“Jika berdampak pada pelayanan masyarakat, tentu akan kami evaluasi kembali,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan fasilitas Wi-Fi di area publik melalui kolaborasi dengan pihak ketiga, termasuk pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna mempermudah akses internet bagi masyarakat.(Fath).
