BLORA,LintasUpdate.id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Blora melakukan kunjungan simpatik ke kediaman Sekretaris Desa (Sekdes) Nglebak, Kecamatan Kradenan, pada Kamis (17/7/2026). Kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan moril sekaligus menawarkan bantuan hukum pro bono terkait kasus yang menimpa perangkat desa tersebut di Polda Jawa Timur.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC GRIB Jaya Blora, Priyoto, bersama jajaran pengurus, disambut hangat oleh pihak keluarga Sekdes Nglebak serta tokoh masyarakat setempat.
Priyoto menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan dan komitmen organisasi dalam membantu warga yang berhadapan dengan masalah hukum.
"Kami hadir untuk memberikan dukungan moril. GRIB Jaya siap memberikan pendampingan hukum secara pro bono atau cuma-cuma. Kami berharap proses hukum di Polda Jatim berjalan profesional, objektif, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak," ujar Priyoto.
Diketahui, Sekdes Nglebak saat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Direskrimsus Polda Jawa Timur. Kasus ini bermula dari dugaan penggunaan alat berat untuk perbaikan akses jalan di kawasan hutan KHDTK UGM. Perbaikan tersebut dilakukan sebagai upaya mempermudah mobilitas masyarakat setempat yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas.
Selain menawarkan advokasi hukum, DPC GRIB Jaya Blora juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keluarga yang sedang menjalani masa sulit.
Pihak keluarga Sekdes Nglebak menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas perhatian serta dukungan moril dari GRIB Jaya. Mereka berharap agar proses hukum yang berlangsung dapat transparan dan menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya berdasarkan fakta di lapangan.
Melalui kegiatan ini, DPC GRIB Jaya Blora kembali menegaskan posisinya untuk terus hadir di tengah masyarakat, baik dalam aspek sosial, advokasi, maupun pendampingan hukum, dengan tetap menghormati seluruh koridor hukum yang berlaku di Indonesia.(Red)
