Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Diduga Persoalkan Legalitas Dokumen Material, Aksi Protes Warga Warnai Proyek Sekolah Rakyat Cepu

09 September 2026 | September 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T06:01:34Z

‎​‎​


CEPU,LintasUpdate.id— Aksi penghadangan truk material di depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat Cepu berujung keributan antara warga lokal dan pihak pelaksana proyek, Selasa (8/9/2026).


‎Insiden tersebut bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas pengiriman material ke dalam area proyek.


‎​Berdasarkan informasi di lapangan, salah satu armada truk kedapatan membawa dokumen pengiriman atas nama PT Mutiara Alam Sejahtera Energi (MASE) asal Rengel, Kabupaten Tuban, dengan muatan satu rit pedel yang diduga tidak memiliki izin resmi.


‎Sementara pada dokumen pengiriman lainnya, material tercatat menggunakan surat jalan atas nama CV Bio Alam Indo dari Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Perbedaan dokumen inilah yang memicu perhatian warga untuk mempertanyakan legalitas material tersebut.


‎​Menanggapi hal tersebut, seorang tokoh pemuda lokal berinisial G mendatangi lokasi sebagai bentuk protes. G memarkir mobilnya di depan pintu masuk proyek sehingga akses keluar-masuk armada pengangkut material sempat terganggu.


‎​Ketegangan meningkat ketika perwakilan pelaksana proyek dari CV Sejahtera Tehnik, Doni, tiba di lokasi. Respons Doni terhadap aksi tersebut memicu perdebatan yang berujung pada aksi saling dorong antara pemuda setempat dan pihak pelaksana proyek.


‎Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah sejumlah aparat keamanan dari Polsek Cepu bersama personel Babinsa tiba di lokasi untuk melerai kedua belah pihak.


‎​Terkait persoalan ini, G menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara agar berjalan transparan.


‎​"Proyek negara harus diawasi semaksimal mungkin, jangan semaunya sendiri," tegas G di lokasi kejadian.


‎​Sementara itu, Kapolsek Cepu AKP Edi Santosa saat dikonfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan tanggapan.


‎Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi proyek guna meredam potensi konflik susulan, sementara keabsahan dokumen pengiriman material masih menunggu penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait. (Red) 

×
Berita Terbaru Update