Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Sidak Kasus Keracunan, Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora

12 September 2026 | September 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-12T04:49:17Z

‎​


BLORA,LintasUpdate.id— Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jumat siang (11/9/2026).


‎Sidak ini dilakukan menyusul insiden keracunan yang menimpa para pelajar di wilayah Kecamatan Tunjungan.


‎​Dalam kunjungan tersebut, Wakil Kepala BGN didampingi oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora Hj. Sri Setyorini, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka, Dandim 0721 Blora Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, serta Forkopimcam Tunjungan.


‎​Setibanya di lokasi, rombongan langsung meninjau kondisi fisik bangunan dan sistem operasional dapur SPPG. Evaluasi internal digelar di dalam area dapur bersama Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita, disaksikan langsung oleh Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Afif Djaelani dan pemilik SPPG Wasono Basuki.


‎​Berdasarkan hasil peninjauan, Wakil Kepala BGN menilai kondisi dapur sangat tidak layak dan banyak melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).


‎Ia menegaskan bahwa pihaknya langsung mengambil tindakan tegas berupa pencopotan kepala dapur serta pemberlakuan sanksi penutupan (suspend) permanen.


‎​"Perlu saya sampaikan bahwa ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan di Blora. Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas. Kita suspend berat hingga suspend permanen. Saya lihat dapurnya sangat-sangat tidak layak, cukup jelek, dan banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan. Setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend permanen," tegas Trenggono.


‎​"Kemudian kepala dapurnya juga jelas akan kita copot karena dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak patuh pada SOP," lanjutnya.


‎​Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Blora yang bergerak cepat menangani para korban.


‎Sebelumnya, rombongan sempat menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan RS PKU Muhammadiyah Blora, di mana seluruhnya dilaporkan sudah berangsur pulih.


‎​Terkait potensi pelanggaran hukum, pihak BGN menyatakan masih menunggu hasil investigasi menyeluruh dan hasil uji laboratorium.


‎"Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan kejadian ini. Kalau memang ada unsur pidananya ya akan kita tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.


‎​Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas respons cepat dan kehadiran langsung Wakil Kepala BGN di Blora.


‎Bupati menilai insiden ini harus menjadi pelajaran penting agar ke depan seluruh pengelola SPPG lebih memperketat koordinasi dengan unsur pimpinan daerah dan lintas sektoral.


‎​"Terima kasih Pak Wakil Kepala BGN yang sudah berkenan hadir ke Blora dan memberikan teguran keras kepada SPPG yang tidak sesuai standar. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh SPPG. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi lagi," ujar Bupati Arief.


‎​Peristiwa keracunan ini bermula pada Senin (7/9/2026), ketika sejumlah siswa SMAN 1 Tunjungan mengeluhkan gejala mual, sakit perut, hingga diare usai mengonsumsi menu Makan Bergizi (MBG) dari SPPG Sukorejo 2.


‎​Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2, Afif Djaelani, menyebutkan bahwa menu yang didistribusikan saat kejadian terdiri atas nasi, ayam woku, tumis brokoli, sambal lalapan, dan buah apel. "Kami tidak ada kesengajaan. Kami menunggu hasil investigasi saja," singkatnya. (Red) 

×
Berita Terbaru Update