Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Nyalakan Cerita Blora Mendunia, Pemkab Blora Buka FLB 2026 untuk Bangun SDM Kreatif dan Berdaya Saing

15 Oktober 2026 | Oktober 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T06:37:33Z

‎​


BLORA,LintasUpdate.id– Pemerintah Kabupaten Blora resmi membuka gelaran Festival Literasi Blora (FLB) 2026 di Gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Blora pada Rabu (14/10/2026).

‎

‎Mengusung tema “Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia”, perhelatan tahunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong lahirnya masyarakat yang kritis, kreatif, dan berdaya saing.

‎

‎​Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan seremonial, melainkan komitmen bersama untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang adaptif di tengah pesatnya arus informasi dan teknologi.

‎

‎​"Melalui gerakan literasi, kita ingin membangun masyarakat Blora yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, produktif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah," ujar Arief dalam sambutannya.

‎

‎​Bupati Arief berharap festival ini tidak berhenti pada acara panggung semata, melainkan berdampak berkelanjutan hingga ke tingkat desa. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Blora telah menyiapkan berbagai program pendukung, mulai dari Program Sedekah Buku, Gebyar Literasi, pengukuhan Bunda Literasi dan Duta Baca desa/kelurahan, hingga pelatihan serta lomba promosi minat baca.

‎

‎​Adapun penyelenggaraan FLB 2026 ini berhasil terlaksana berkat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Program Pengembangan Perpustakaan Daerah.

‎

‎​Dalam kesempatan yang sama, Bunda Literasi Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah, S.H., menjelaskan bahwa FLB 2026 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan literasi, pengkaryaan, dan apresiasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa penguatan literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis semata.

‎

‎​"Literasi mencakup cakupan yang lebih luas, seperti numerasi, sains, digital, finansial, hingga kebudayaan dan kewarganegaraan. Ini adalah pintu menuju transformasi sosial dan kunci membentuk arah masa depan yang lebih baik," terang Ainia.

‎

‎​Ainia berharap gerakan ini mampu melahirkan lebih banyak figur penggerak di pelosok desa yang menginspirasi warga untuk berdiskusi, berkarya, serta mempromosikan potensi lokal Blora ke panggung nasional maupun internasional.

‎

‎​Acara pembukaan FLB 2026 turut dihadiri oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati, jajaran Forkopimda, perwakilan Dinas Perpustakaan se-Jawa Tengah, para pegiat literasi, akademisi, serta komunitas lokal.

‎(Red)

×
Berita Terbaru Update