BLORA,LINTASUPDATE.ID– Kepala SDN Kedungjenar, MasKaryana, memberikan klarifikasi resmi mengenai kronologi cedera yang dialami oleh salah satu siswa kelas V berinisial DL. Penjelasan ini diberikan untuk meluruskan simpang siur informasi terkait insiden yang terjadi di lingkungan sekolah pada 28 Agustus 2025 lalu.
Kronologi Kejadian di Lingkungan Sekolah
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 06.40 WIB, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Saat itu, DL sedang bermain bola bersama rekan-rekannya di halaman sekolah. Namun, DL terjatuh dan mengalami luka di bagian bawah mata akibat terbentur pinggiran pot bunga.
"Anak-anak segera melapor ke kantor. Saat itu saya sedang menerima tamu, namun langsung menginstruksikan guru dan petugas sekolah, Pak Eko, untuk memberikan pertolongan pertama," ujar MasKaryana pada Rabu (21/1/2026).
Pihak sekolah mengklaim telah melakukan prosedur penanganan sesuai standar, mulai dari pembersihan luka, pemberian obat, hingga pemasangan plester oleh wali kelas. Sekolah juga langsung menghubungi orang tua siswa agar DL dapat dijemput dan beristirahat di rumah.
Penjelasan Mengenai Insiden Patah Kaki
Terkait kabar mengenai siswa yang mengalami patah kaki, MasKaryana menegaskan bahwa hal tersebut adalah kejadian yang berbeda, meski menimpa siswa yang sama.
Waktu Kejadian: Insiden patah kaki terjadi beberapa minggu setelah luka di mata sembuh.
Lokasi: Terjadi di luar area sekolah, tepatnya di lorong jalan sebelah selatan sekolah saat jam pulang.
Penyebab: Berdasarkan keterangan saksi teman sebaya, korban diduga tertabrak kendaraan saat hendak bermain ke rumah temannya.
"Kejadiannya berbeda hari dan jarak waktunya cukup lama, jadi tidak bisa disamakan dengan insiden di sekolah," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sekolah sebenarnya telah menyiagakan petugas keamanan (Pak Ri) untuk membantu menyeberangkan siswa, namun lokasi kecelakaan tersebut berada cukup jauh dari jangkauan pengawasan rutin sekolah.
Bantahan Terhadap Dugaan Perundungan
Menutup klarifikasinya, MasKaryana secara tegas membantah adanya unsur perundungan (bullying) dalam kedua insiden tersebut, sebagaimana laporan yang beredar sebelumnya.
"Kami tegaskan bahwa seluruh kejadian yang dialami siswa kami adalah murni kecelakaan dan tidak ada unsur perundungan di dalamnya," pungkas MasKaryana.(Fath)

Tidak ada komentar: