BLORA,LINTASUPDATE.ID– Mengawali hari kerja pertama di tahun 2026, suasana berbeda tampak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, tampil modis dengan mengenakan pakaian kerja khas daerah berupa sarung batik dalam program "ASN Jumat Bersarung", Jumat (2/1/2026).
Pemandangan unik ini terlihat jelas saat apel pagi di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora. Para ASN pria nampak mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan sarung batik khas Blora, lengkap dengan atribut kedinasan. Begitu pula dengan ASN perempuan yang tampil anggun menggunakan bawahan kain sarung batik dengan atasan warna cerah.
Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dasiran, saat memimpin apel menekankan bahwa kebijakan ini merupakan wujud nyata pelestarian budaya sekaligus dukungan bagi ekonomi lokal.
"Mulai hari ini, setiap Jumat kita mengenakan pakaian khas ASN Jawa Tengah dengan sarung batik khas Blora. Ini adalah langkah mendukung pertumbuhan ekonomi UKM batik kita sendiri," ujar Dasiran.
Menanggapi pandangan masyarakat, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Bawa Dwi Raharja, memberikan klarifikasi bahwa sarung yang digunakan adalah pakaian dinas khas daerah, bukan pakaian identitas agama tertentu.
"Ini bukan pakaian muslim, melainkan pakaian dinas khas Jawa Tengah. Oleh karena itu, penggunaan peci tidak diwajibkan. Bagi ASN non-muslim atau perempuan yang tidak berhijab, tetap bisa menyesuaikan dengan bawahan kain sarung batik," jelas Bawa.
Aturan ini secara resmi tertuang dalam Surat Edaran Bupati Blora Nomor 025.1/1638 Tahun 2025, yang merujuk pada kebijakan Gubernur Jawa Tengah terkait penggunaan pakaian dinas harian khas ASN.
Kebijakan ini langsung membawa angin segar bagi para perajin batik lokal. Yanik Mariana, pemilik batik "Nimas Barokah", mengaku mulai kebanjiran pesanan sejak edaran tersebut diterbitkan.
"Selasa sore lalu, sudah banyak ASN yang datang mencari sarung batik Blora. Kami sangat menyambut baik program ini. Produksi kain sarung dengan motif khas Blora akan terus kami tingkatkan untuk memenuhi kebutuhan para ASN," ungkap Yanik optimis.
Meski baru hari pertama, para ASN menyambut baik perubahan ini. Ragil SA, salah satu staf Setda Blora, mengaku merasa nyaman meski sempat merasa seperti sedang mengikuti kegiatan pesantren.
"Rasanya ada yang baru. Karena perajin belum banyak yang punya stok sarung jadi, hari ini saya pakai motif yang ada dulu (Sapu Jagad) sambil memesan motif khas Blora ke perajin untuk minggu depan," pungkasnya.
Selain di Setda, suasana "Jumat Bersarung" juga terlihat kompak di berbagai instansi seperti Sekretariat DPRD, Dinporabudpar, Dinas PMD, Dinas PUPR, hingga Kantor Camat Bogorejo.(Fath)

Tidak ada komentar: