Notification

×

Iklan

Iklan

Lobi BPH Migas, Bupati Arief Kejar Optimalisasi Jargas dan Kawasan Industri Berbasis Gas di Blora

06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-06T10:42:45Z


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, melakukan langkah strategis dengan menemui Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, di Jakarta pada Kamis (5/3/2026). Pertemuan ini fokus pada dua agenda utama: optimalisasi Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga dan peningkatan kualitas SDM lokal di sektor migas.

Bupati Arief menyampaikan bahwa Blora memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun pengembangannya memerlukan sinergi kuat dengan otoritas pusat.

“Kami berdiskusi mendalam mengenai potensi migas di Blora. Sebagai daerah penghasil, kami ingin memastikan kekayaan alam ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan infrastruktur dan SDM,” ujar Arief, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua ADPMET.

Dalam diskusi tersebut, Bupati mendorong agar Blora menjadi daerah prioritas program Jargas, baik melalui skema APBN maupun dukungan pusat lainnya. Hal ini sejalan dengan rencana besar Pemkab Blora yang tengah mengusulkan alih fungsi lahan seluas 1.300 hektare di kawasan Cemoro Modang (Pos DX) kepada Kementerian Kehutanan untuk dijadikan Kawasan Industri Berbasis Gas.

Mengingat pasokan gas untuk Kawasan Industri Batang juga berasal dari Blora (Blok Gundih), Bupati berharap Blora tidak hanya menjadi "jalur pipa", tetapi juga pusat pertumbuhan industri lokal.

Sisi sumber daya manusia juga menjadi sorotan. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memberikan apresiasi terhadap kompetensi lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu.

‎​Wahyudi menyatakan bahwa lulusan tahun 2026 memiliki peluang besar untuk dilibatkan dalam agenda monitoring dan evaluasi penyaluran BBM bersubsidi serta program kompensasi negara.

“Blora punya energi yang siap. Jika didistribusikan dengan tepat ke sektor rumah tangga, UMKM, hingga industri, Blora pasti bisa maju lebih pesat,” pungkas Wahyudi Anas optimis.

Dengan adanya langkah tersebut,Pemerintah Kabupaten Blora dapat mengoptimalkan hasil migas sehingga dampaknya dapat di rasakan oleh masyarakat. (Fath) 

×
Berita Terbaru Update