BLORA,LintasUpdate.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah resmi memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya akan dialokasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Blora.
Kesepakatan ini tertuang dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang pertemuan Setda Blora, Selasa (14/7/2026). Hadir langsung dalam pertemuan tersebut Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi, serta Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, beserta jajaran terkait lainnya.
Bupati Arief Rohman menekankan bahwa PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kini memiliki peran krusial bagi keuangan daerah melalui skema opsen pajak. Menurutnya, kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak adalah kunci utama kelancaran pembangunan.
"Ini sangat penting karena berkaitan dengan opsen yang menjadi PAD untuk rakyat. Kami berkomitmen menjalankan arahan Bapak Gubernur untuk bersama-sama mengejar tunggakan pajak tahun lalu maupun potensi tahun berjalan. Muaranya tentu untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora," ujar Bupati Arief.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Blora akan menerapkan inovasi berbasis data. Fokus awal menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blora agar menjadi teladan dalam ketaatan pajak. Gerakan ini pun akan diakselerasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa dengan melibatkan perangkat daerah hingga tingkat RT/RW.
Bupati optimis sinergi ini akan membuahkan hasil positif, merujuk pada keberhasilan Pemkab Blora dalam merealisasikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tembus di angka 104 persen.
Di sisi lain, Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, membenarkan bahwa tingkat kepatuhan pajak kendaraan di Jawa Tengah saat ini memang mengalami penurunan, dari 68 persen kini berada di kisaran 63–64 persen.
"Kami memohon dukungan penuh Bapak Bupati beserta jajaran hingga tingkat desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Mengingat capaian PBB Blora yang luar biasa mencapai 104 persen, kami berharap realisasi PKB pun bisa mendekati capaian tersebut," ungkap Masrofi.
Dalam rangkaian acara tersebut, Bupati Blora dan Kepala Bapenda Jateng juga menyerahkan apresiasi kepada lima wajib pajak beruntung di Kabupaten Blora yang memenangkan program "Gebyar Hadiah Samsat 2026". Para penerima penghargaan berasal dari berbagai kecamatan, di antaranya Kecamatan Bogorejo, Todanan, Ngawen, Kradenan, dan Randublatung.
Bupati Arief pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah taat pajak. Ia mengajak warga Blora yang belum menunaikan kewajibannya untuk segera membayar, demi mendukung kelancaran pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya di Bumi Samin.(Red)
