Notification

×

Iklan

Iklan

Petani di Blora Ditemukan Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus Miliknya Sendiri ‎

22 April 2026 | April 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T09:44:15Z


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Peristiwa tragis menimpa seorang petani di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Korban bernama Jasmin (46) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri di area persawahan Dukuh Nglorog, Selasa (21/4/2026).


‎​Kejadian nahas ini pertama kali terungkap sekitar pukul 18.00 WIB. Dua warga setempat, Widodo Lestari dan Sakijan, merasa curiga karena korban tak kunjung kembali ke rumah hingga petang, padahal sepeda motor miliknya masih terparkir di area persawahan.


‎​Saat dilakukan penyisiran di lokasi, saksi menemukan korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang di tepi pematang sawah. Tubuh korban ditemukan bersentuhan langsung dengan kawat jebakan tikus yang dialiri arus listrik.


‎​Kapolsek Jepon, Iptu Moh. Junaidi, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tim gabungan dari Polsek Jepon, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tim medis dari RS PKU Muhammadiyah Blora segera melakukan evakuasi di lokasi kejadian.


‎​“Waktu ditemukan, korban sudah tidak bernapas. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jebakan tikus tersebut memang dipasang sendiri oleh korban untuk mengelilingi sawahnya,” jelas Iptu Moh. Junaidi.


‎​Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan luka lecet pada jari tangan korban yang identik dengan bekas sengatan listrik. Kondisi tubuh korban juga dilaporkan sudah dalam keadaan kaku saat dievakuasi.


‎​Setelah proses identifikasi dan olah TKP selesai, jenazah Jasmin langsung diserahkan kepada pihak keluarga melalui pemerintah desa setempat untuk proses pemakaman. Pihak kepolisian juga telah mengamankan pakaian korban sebagai barang bukti.


‎​Menanggapi kejadian berulang ini, Kapolsek Jepon memberikan peringatan keras kepada para petani di wilayahnya agar tidak lagi menggunakan metode setrum untuk membasmi hama.


‎​“Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Kami sangat berharap warga tidak lagi menggunakan setrum untuk mengendalikan hama tikus karena risikonya sangat besar dan bertaruh nyawa,” tegas Iptu Moh. Junaidi.(Fath)

×
Berita Terbaru Update