BLORA,LintasUpdate.id– Musibah kebakaran menimpa rumah milik Sdr. Parji (65), warga Desa Ngampon, RT 03 RW 01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Minggu (31/5/2026) dini hari.
Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut menghanguskan bangunan beserta harta benda milik korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.05 WIB tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban, Parsini. Saat terbangun dari tidur, ia mendengar suara ledakan kecil seperti bambu meletus. Saat diperiksa, didapati meteran listrik sudah dalam kondisi terbakar dan api dengan cepat merambat ke dinding papan kayu rumah.
"Saksi langsung berteriak minta tolong dan memberitahu warga. Pelapor Sdri. Juwati kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Ngampon serta Polsek Jepon," ujar Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, S.H.
Merespons laporan tersebut, personel Polsek Jepon yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Moh. Junaidi, S.H., M.H., bersama tim BPBD Blora segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
Meski api akhirnya berhasil dipadamkan, musibah ini menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Barang-barang yang terbakar meliputi bangunan utama (bekuk lulang 4 empyak), rumah gandok (2 empyak), berbagai perabotan rumah tangga, surat-surat penting, uang tunai sekitar Rp65 juta, serta satu unit sepeda motor Revo dan satu sepeda ontel.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Jepon telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sisa kayu bangunan, sisa uang tunai yang terbakar, serta kerangka kendaraan yang hangus.
Peristiwa ini telah dicatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/GANGGUAN/6/V/2026/SPKT/POLSEK JEPON.
Terkait insiden tersebut, AKP Midiyono mengimbau masyarakat Blora untuk lebih waspada dan rutin melakukan pengecekan instalasi listrik di rumah masing-masing.
"Matikan alat elektronik yang tidak digunakan dan hindari beban berlebih (overload) pada stop kontak. Segera panggil teknisi jika ditemukan kabel yang terkelupas atau meteran terasa panas. Ingat, keselamatan keluarga adalah nomor satu," pungkasnya.(Fath)
