BLORA,LINTASUPDATE.ID– Dalam upaya menjamin kualitas dan keamanan asupan bagi anak-anak, sejumlah relawan yang bertugas di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mengikuti pelatihan penjamah makanan di Graha Larasati. Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Gema Mustika bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) ini menyasar para relawan dari beberapa Satuan Pelayanan Pangan (SPPG) di wilayah Karangjati dan sekitarnya.
Koordinator kegiatan sekaligus perwakilan Yayasan Gema Mustika, Muhammad Caris Azwar, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan prosedur wajib bagi seluruh dapur baru sebelum mulai beroperasi secara penuh.
“Penjamah makanan ini hal yang wajib diketahui relawan. Kami bekerja sama dengan Dinkes untuk memastikan semua relawan di dapur MBG memahami teknik keamanan pangan. Ini syarat utama untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ujar Caris saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (20/4).
Dalam pelatihan tersebut, para relawan dibekali berbagai materi teknis, mulai dari protokol kesehatan diri seperti cara mencuci tangan yang benar dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat memasak, hingga teknik pencegahan kontaminasi bakteri pada makanan.
Selain aspek kebersihan, pihak Dinas Kesehatan juga memberikan edukasi mengenai mutu gizi. Para relawan diajarkan tentang teknik pengolahan yang tepat, pengaturan suhu penyimpanan makanan, hingga gramasi atau takaran porsi yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak di berbagai tingkatan usia sekolah.
Caris menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah preventif untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan makanan.
“Kami sangat ketat dalam operasional. Jika nanti di lapangan ditemukan makanan yang tidak layak, seperti basi atau terkontaminasi, tim Satgas akan memberikan teguran keras. Hasil evaluasi tersebut bisa berujung pada penghentian sementara atau suspen bagi SPPG yang melanggar standar,” tegasnya.
Untuk menjaga kualitas SDM, proses perekrutan relawan juga melalui tahapan wawancara dan pemeriksaan latar belakang (background check). Caris menyebutkan bahwa prioritas diberikan kepada warga yang sudah memiliki pengalaman atau keterampilan dasar dalam pengolahan makanan untuk meminimalkan risiko kesalahan di dapur.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh dapur MBG yang baru terbentuk dapat beroperasi secara optimal dengan standar keamanan pangan yang tinggi demi mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak-anak melalui program Makan Bergizi Gratis.(Fath)
