BLORA,LintasUpdate.id— Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama tim gabungan mendatangi Desa Plantungan, Kecamatan/Kabupaten Blora, Rabu (29/07/2026). Kedatangan aparat penegak hukum ini bertujuan untuk melakukan pemetaan pada setiap sumur minyak rakyat yang sudah beroperasi di wilayah tersebut.
Rombongan Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kabagkerma Robinopsnal Bareskrim Polri, Kombes Pol Bowo Gede Imantio, didampingi oleh perwakilan dari Kementerian ESDM, SKK Migas, Pertamina, serta anggota Polda Jateng dan Polres Blora. Namun, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Blora terpantau tidak tampak dalam rombongan tersebut.
Dalam tinjauannya, tim gabungan menginstruksikan jajaran kepolisian daerah untuk melakukan pemetaan dan pengambilan foto secara acak (sampling) di titik-titik sumur rakyat. Proses pemetaan ini berlangsung sekitar satu jam dengan pembagian wilayah terpisah guna mengumpulkan data yang nantinya akan dilaporkan langsung ke Mabes Polri.
Kendati demikian, Kombes Pol Bowo memilih bungkam saat hendak diwawancarai oleh awak media usai peninjauan, dengan alasan memberikan keterangan bukan merupakan kewenangannya.
Meski demikian, dalam sambutannya di Balai Desa Plantungan, Kombes Pol Bowo menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan guna melihat perspektif hukum yang berlaku terhadap kerja sama dengan Bareskrim Polri serta mengambil data riil di lapangan.
"Jadi saat Pertamina membuat gambaran tentang peningkatan minyak yang ada, kami tim lengkap ke sini untuk melihat keadaan yang ada," ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa Desa Plantungan saat ini telah mampu memproduksi minyak hingga 25 ribu liter per hari untuk dikirimkan ke Pertamina. Langkah peninjauan ini juga disebut sebagai upaya merealisasikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi minyak nasional.
"Kita berharap, kita bisa ikuti regulasi dan kita benahi pelan-pelan, sehingga tidak terjadi risiko hukum di kemudian hari. Tujuannya agar kesejahteraan masyarakat meningkat," tambahnya.
Di sisi lain, kedatangan tim gabungan ini diwarnai aksi pasang spanduk dari warga setempat. Masyarakat Desa Plantungan memasang sejumlah spanduk dan banner yang berisi dukungan terhadap ketahanan Energi Ketahanan Nasional di depan balai desa serta gapura masuk desa.
Beberapa tulisan pada spanduk tersebut berbunyi, pertahankan aset desa kami, 1.240 titik sumur masyarakat Desa Plantungan, untuk ketahanan Energi Nasional, Sampai titik darah penghabisan kami siap nyawa pun kami pertaruhkan, kami jihat untuk keluarga dan Desa Plantungan. (Red)
