Notification

×

Iklan

Iklan

Panen Padi Organik Binaan PCNU Blora Lampaui Ekspektasi, Bupati Arief Rohman Beri Apresiasi

06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T05:01:32Z


BLORA,LintasUpdate.id– Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, model pertanian organik berbasis pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan PCNU Kabupaten Blora mulai menunjukkan hasil memuaskan. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, turun langsung meninjau dan mengikuti panen padi organik di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Sabtu (4/7/2026).


‎​Panen dilakukan di lahan seluas 4.000 meter persegi milik salah satu petani binaan, Slamet, dengan estimasi hasil mencapai 2 ton gabah. Kegiatan ini dihadiri oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PCNU Blora H. M. Fatah, M.Ed., serta jajaran LPPNU Blora dan ratusan petani organik.


‎Keberhasilan ini bukan sekadar soal angka panen, melainkan terciptanya ekosistem pertanian yang dibangun PCNU Blora. Program ini mencakup pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan, hingga pemasaran. Saat ini, program tersebut telah menjangkau lahan seluas 41,3 hektare dengan melibatkan 139 petani.


‎​Pada musim tanam pertama tahun 2026, total produksi mencapai sekitar 120 ton gabah kering panen (GKP). Sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga petani, namun sebagian lainnya telah masuk ke rantai pemasaran terstruktur melalui Koperasi Berkah Jagad Nusantara milik LPP PCNU Blora, yang menyerap sekitar 19 ton gabah musim ini.


‎Bupati Arief Rohman, atau yang akrab disapa Gus Arief, menilai model ini merupakan contoh ideal di mana sektor pertanian tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga membangun rantai nilai dari hulu hingga hilir.


‎​"Kami mengapresiasi pendampingan PCNU dan LPPNU Blora. Tidak hanya mendampingi proses budidaya, tetapi sampai tahap pengemasan dan pemasaran. Ini penting agar petani mendapatkan nilai tambah yang lebih besar," ujar Gus Arief.


‎​Ia menambahkan, pertanian organik memiliki prospek cerah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pangan sehat. Selain itu, sistem ini krusial untuk menjaga kualitas tanah dan mendukung keberlanjutan pangan nasional.


‎"Pemerintah sangat konsen pada ketahanan pangan dan energi. Karena itu, pengembangan pertanian organik perlu terus diperluas," tegasnya.


‎Senada dengan Bupati, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan bahwa keberhasilan program ini diukur dari kemampuan petani memperoleh akses teknologi dan pasar yang berkelanjutan.


‎​Dengan semakin luasnya lahan binaan dan sistem pemasaran yang tertata, Blora kini memposisikan pertanian organik bukan sekadar teknik budidaya, melainkan sebagai strategi utama dalam memperkuat ekonomi pedesaan dan ketahanan pangan daerah.(Red) 

×
Berita Terbaru Update