Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Blora Tanggapi Cepat Dugaan Keracunan MBG, 19 Siswa SDN Sendangrejo Berangsur Pulih ‎

21 Juli 2026 | Juli 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-21T15:09:31Z


BLORA,LintasUpdate.id
— Pemerintah Kabupaten Blora melalui Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergerak cepat menangani kasus dugaan keracunan yang menimpa 19 siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Senin (20/7/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti.


‎​Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG, Hj. Sri Setyorini, langsung menerjunkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan guna melakukan investigasi epidemiologi serta evaluasi total rantai penyelenggaraan program.


‎​"Kami sangat prihatin. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Saya minta seluruh proses investigasi berjalan transparan dan menyeluruh agar akar penyebab kejadian ini segera terungkap," tegas Sri Setyorini, Selasa (21/7/2026).


‎​Berdasarkan laporan penyelidikan epidemiologi, dugaan sementara insiden ini dipicu oleh kondisi susu yang tidak disimpan sesuai standar. Tim di lapangan menemukan sejumlah kotak susu dalam keadaan menggembung dan bocor, serta penyimpanannya masih terpapar panas.


‎​Selain itu, investigasi juga mendapati kelemahan manajemen pengelolaan bahan pangan, seperti alat pemantau suhu ruangan yang rusak dan ketiadaan prosedur monitoring suhu penyimpanan secara berkala.


‎​Meski sempat menimbulkan kekhawatiran dengan gejala mual, pusing, serta sakit perut, ke-19 siswa tersebut langsung mendapatkan penanganan medis cepat di Puskesmas Ngawen. Dinas Kesehatan Kabupaten Blora melaporkan bahwa seluruh siswa kini telah menjalani rawat jalan, diperbolehkan pulang, dan berada dalam kondisi yang berangsur membaik.


‎​Menanggapi insiden ini, Pemkab Blora berkomitmen untuk memperketat seluruh prosedur pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian makanan bergizi gratis agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan BPOM dan instansi terkait sembari menunggu hasil akhir pemeriksaan laboratorium sebagai acuan perbaikan ke depan.(Red) 

×
Berita Terbaru Update