Notification

×

Iklan

Iklan

Blora Bidik Sejarah: Jadi Pionir Industri Bioetanol Berbasis Jagung di Indonesia ‎

03 April 2026 | April 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-03T11:38:26Z


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Kabupaten Blora bersiap mencetak sejarah baru dalam peta ketahanan energi nasional. Dikenal sebagai salah satu lumbung jagung terbesar, wilayah berjuluk "Bumi Mustika" ini kini diproyeksikan menjadi titik awal pengembangan industri bioetanol berbasis jagung di Indonesia.

Rencana strategis ini mengemuka dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal 1 dan Tanam Jagung Serentak Kuartal 2 yang digelar di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Jumat (3/4/2026).


‎​Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Dr. Yudi Sastro, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah merencanakan pembangunan pabrik bioetanol di Blora sebagai langkah konkret hilirisasi hasil pertanian. Status Blora yang telah swasembada jagung menjadi fondasi utama kebijakan ini.


‎​"Insyaallah, pabrik bioetanol akan kita mulai dari Blora. Kita garap dari hulu hingga hilir dalam bentuk bioenergi. Tim kami akan turun langsung melakukan pendampingan. Ini saatnya kita kembangkan etanol jagung mulai dari sini," tegas Dr. Yudi.


‎​Senada dengan itu, Panglima Kopassus Letjen TNI Jon Afriandi menekankan bahwa kedaulatan energi nasional sejatinya lahir dari ketahanan pangan yang kuat. Ia berharap Blora dapat menjadi pilot project yang sukses bagi daerah lain.


‎​"Luar biasa, jagung bukan cuma pangan tapi juga energi. Mari kita bergerak dari Blora untuk bangsa," ujar Letjen Jon Afriandi.


‎​Selain fokus pada komoditas jagung, kehadiran Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, membawa kabar baik bagi petani tebu. Bulog berkomitmen mengawal distribusi hasil panen tebu dan melakukan pembenahan pada PT Gendhis Multi Manis (GMM).


‎​"Saya imbau petani tebu tidak perlu ragu, Bulog akan bantu menyalurkan hasil panen. Kami juga sedang memproses usulan perbaikan GMM, termasuk reorganisasi direksi dengan melibatkan putra-putri terbaik Blora," ungkap Dirut Bulog.


‎​Bambang, petani asal Randublatung, menyambut optimis rencana ini. Ia berharap program bioetanol ini juga mampu mendongkrak sektor pendukung lainnya, seperti peternakan, agar Blora unggul di segala lini.


‎​Menutup kegiatan tersebut, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa kunci keberhasilan program besar ini terletak pada sinergi antarlembaga.


‎​"Kolaborasi antara Pemkab, TNI, Kementan, dan Bulog adalah bukti bahwa Blora siap menjadi penopang utama pangan dan energi nasional demi kesejahteraan masyarakat," pungkas Arief.(Fath)

×
Berita Terbaru Update