BLORA,LINTASUPDATE.ID– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Andongrejo terus melakukan langkah konkret untuk meningkatkan standar operasional dan kualitas layanan. Selain melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu makanan, pihak pengelola kini tengah memfokuskan perhatian pada pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) demi memenuhi standar kelayakan lingkungan.
Pemasangan IPAL ini menjadi prioritas utama untuk memastikan seluruh sisa produksi diolah dengan benar sebelum dilepas ke lingkungan. Muhammad Qomari Burhanuddin, selaku pemilik yayasan sekaligus mitra SPPG Andongrejo, menjelaskan bahwa perangkat IPAL tersebut didatangkan langsung dari Kediri.
"IPAL sudah tiba di Blora dan saat ini sedang dalam proses pemasangan komponen pendukung seperti instalasi paralon. Kami targetkan hari Senin depan sistem ini sudah bisa beroperasi penuh," ujar Qomari saat dikonfirmasi pada Jumat (17/4/2026).
Untuk menjamin efektivitasnya, pihak SPPG akan melakukan uji parameter air hasil olahan dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora. Qomari menegaskan pihaknya siap melakukan peningkatan sistem jika hasil uji laboratorium menunjukkan adanya parameter yang belum memenuhi syarat.
Terkait pengelolaan sampah padat, SPPG Andongrejo juga telah berkoordinasi intensif dengan DLH untuk pengangkutan rutin. Sebagai langkah antisipasi bau, sampah organik berupa sisa bahan makanan setiap harinya diambil oleh warga sekitar untuk pakan ternak, sementara sampah anorganik disimpan dan agar tidak mencemari lingkungan.
Langkah pembenahan ini juga merupakan respons cepat terhadap insiden pengembalian 192 porsi makanan oleh salah satu sekolah mitra beberapa waktu lalu. Qomari mengakui adanya kendala teknis pada pengemasan yang menyebabkan menu protein hewani tercampur dengan sayuran mentah sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap.
Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Andongrejo berkomitmen untuk mengganti seluruh porsi yang dikembalikan tersebut dengan menu baru, ditambah dengan kompensasi khusus bagi para siswa.
"Kami menjadikan ini sebagai bahan evaluasi besar. Ke depan, koordinasi dengan pihak sekolah akan diperketat, baik dalam hal kontrol kualitas menu maupun penyesuaian jadwal aktif sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.(Fath)
