Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Blora Lakukan Sidak Kesehatan Hewan Kurban di Pasar Pon

16 Mei 2026 | Mei 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-16T07:41:08Z


BLORA,LINTASUPDATE.ID
— Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon Blora pada Sabtu (16/5/2026). Langkah ini diambil guna memastikan kondisi hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam keadaan sehat dan layak jual.


‎​Dalam sidak tersebut, Bupati didampingi oleh Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Lilik Setyawan, SP, Kabid Kesehatan Hewan drh. Rasmiyana, serta tim kesehatan hewan.


‎​Aktivitas jual beli di pasar hewan terbesar di Kabupaten Blora ini terpantau meningkat tajam. Transaksi komoditas sapi menjelang Iduladha bahkan menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat saat ini.


‎​“Hari ini transaksi hampir mencapai 600 ekor lebih. Kalau rata-rata harga per ekor Rp15 juta, berarti hampir ada 9 sampai 12 miliar rupiah perputaran ekonomi di sini. Bahkan tadi ada yang terjual sampai Rp25 juta,” ungkap Bupati Arief Rohman di sela-sela sidak.


‎​Tingginya aktivitas perdagangan ini menarik perhatian pedagang dari luar daerah. Mereka yang datang tidak hanya berasal dari lokal Blora, melainkan juga dari Pati, Solo, hingga Boyolali. Adapun jenis sapi yang paling diburu untuk kurban diantaranya, Sapi Limosin, Sapi Simental, Sapi Peranakan Ongole (PO).

‎​Mayoritas sapi yang diperjualbelikan adalah jenis jantan dengan bobot berkisar antara 400 hingga 600 kilogram.


‎​Untuk mengantisipasi penularan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), tim kesehatan hewan menerapkan prosedur pemeriksaan yang ketat di area pasar.


‎Tim kesehatan hewan melakukan penyemprotan disinfektan pada setiap kendaraan dan hewan yang masuk, pengecekan menyeluruh pada mata, mulut, kulit, serta deteksi sapi bunting dan memastikan kelengkapan surat keterangan kesehatan ternak, juga pemberian tanda khusus hewan yang di nyatakan sehat akan di beri tanda khusus  untuk mempermudah pembeli.

‎​

‎​Bupati Arief mengimbau agar masyarakat selalu membeli hewan kurban di tempat resmi dan memastikan adanya surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang.


‎​Selain memantau kesehatan ternak, Bupati Arief juga memanfaatkan momen ini untuk berdialog dengan para pedagang. Salah satu poin penting yang diserap adalah mengenai kelayakan fasilitas pasar.


‎​“Tadi ada usulan terkait penataan Pasar Pon ini, apakah dipaving atau bagaimana nantinya agar sapinya tidak terpeleset,” pungkas Bupati.


‎​Di sisi lain, para pedagang menyambut positif sidak dan pemeriksaan massal ini. Menurut mereka, kehadiran petugas medis di lapangan secara langsung dapat meningkatkan kepercayaan dan rasa aman konsumen yang ingin berkurban tahun ini.(Fath) 

×
Berita Terbaru Update