Notification

×

Iklan

Iklan

Bau Menyengat Di SPPG Sukorejo 2, Kepala DLH Blora Akan Konsultasi Ahli Terkait Grease Trap dan IPAL

06 Mei 2026 | Mei 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-06T04:04:17Z

BLORA,LINTASUPDATE.ID– Munculnya aroma tidak sedap di sekitar Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Blora, memicu sorotan terkait sistem pengolahan limbah di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, ditemukan bahwa sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum terpasang, dan hanya


terdapat grease trap di area tersebut.


‎​Persoalan ini memunculkan kebingungan di tengah masyarakat mengenai fungsi teknis antara grease trap dan IPAL. Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora menyatakan akan melakukan pengkajian lebih mendalam.


‎​Kepala DLH Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, mengaku belum bisa memaparkan secara mendetail mengenai perbedaan spesifik maupun kaitan antara kedua komponen tersebut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (4/5/2026), Istadi menyebut pihaknya perlu mendapatkan masukan dari tenaga ahli.


‎​"Wah, itu nanti harus kita tanyakan yang ahli IPAL-nya nanti," ujar Istadi.


‎​Ketika dipertegas mengenai sejauh mana pemahaman DLH terkait perbedaan kedua alat tersebut, Istadi menekankan bahwa pengecekan lapangan dan konsultasi teknis menjadi prioritas sebelum memberikan pernyataan resmi.


‎"Iya, nanti kan harus kita lihat dulu ya," tambahnya singkat.


‎​Di sisi lain, Koordinator SPPG Tunjungan, Setiawan, memberikan penjelasan teknis untuk meluruskan simpang siur informasi di masyarakat. Menurutnya, grease trap dan IPAL memiliki peran yang berbeda namun berada dalam satu kesatuan sistem pengolahan limbah.


‎​"Sejauh pengetahuan saya, grease trap itu penyaringan atau jebakan untuk minyak, lemak, plastik, maupun benda padat sebelum masuk ke IPAL," jelas Setiawan.


‎​Ia menambahkan bahwa ketiadaan grease trap dapat berdampak buruk pada efektivitas IPAL. Meskipun IPAL tetap bisa beroperasi, beban kerjanya akan menjadi sangat berat dan membuat hasil pembuangan limbah tidak maksimal, yang berpotensi memicu masalah lingkungan seperti bau tidak sedap.


‎​"Kalau tidak ada grease trap, IPAL masih bisa memproses tapi akan terbebani. Jadi, grease trap adalah komponen awal dari IPAL untuk pemilahan. Alurnya memang harus melalui grease trap dulu baru ke IPAL," pungkasnya.


‎​Kejelasan mengenai fungsi kedua alat ini dinilai krusial bagi seluruh mitra SPPG dalam menyukseskan program Pangan Bergizi. Hal ini bertujuan agar standar operasional prosedur (SOP) pengolahan limbah dijalankan secara ketat guna mencegah keluhan warga di masa mendatang.(Fath) 

×
Berita Terbaru Update