BLORA,LINTASUPDATE.ID– Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berstandar resmi di SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, Kabupaten Blora, hingga kini diketahui belum terpasang. Meski unit pengolahan jenis bio-tank sudah tiba di lokasi, operasional harian masih mengandalkan fasilitas penyaringan sederhana berupa grease trap buatan mandiri.
Kepala SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, Ahmad Afif Jaelani, mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pemasangan IPAL baru sesuai dengan arahan pimpinan daerah.
Afif menjelaskan bahwa unit IPAL bio-tank yang dipesan dari vendor sebenarnya telah sampai di lokasi sejak Jumat pekan lalu. Namun, hingga saat ini alat tersebut masih menunggu proses instalasi.
"Sudah datang, Mas, Jumat kemarin. Belum terpasang. Ini baru mau dipasang," ujar Afif saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan, Senin (4/5).
Pengadaan bio-tank ini, menurut Afif, merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Bupati Blora agar fasilitas pengolahan limbah di lokasi tersebut memenuhi standar lingkungan yang berlaku.
Meski IPAL standar belum berfungsi, Afif menegaskan bahwa kegiatan operasional di SPPG Sukorejo 2 tetap berjalan setiap hari. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut sudah memiliki sistem pengolahan lama berupa grease trap dan bak penampungan.
"Karena kami kan sudah punya IPAL, Mas, yang ini (lama). Ini juga ada bak tampungannya," tambahnya.
Namun, ia mengakui adanya perbedaan signifikan antara fasilitas yang ada sekarang dengan IPAL yang akan di pasang.
"Secara teknis, grease trap yang dibuat secara mandiri oleh mitra hanya berfungsi sebagai penyaring lemak atau kotoran kasar, sedangkan IPAL bio-tank dirancang untuk mengolah limbah secara keseluruhan agar lebih ramah lingkungan", pungkasnya. (Fath)
