Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pabrik Gula GMM Blora Berhenti Operasi, Rina Sa’adah Desak Pemerintah Selamatkan Petani Tebu

11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-11T05:11:43Z


JAKARTA,LintasUpdate.id– Terhentinya aktivitas produksi di pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) akibat kerusakan sistem boiler telah memicu krisis ekonomi di Kabupaten Blora. Dampak ini membuat ribuan petani tebu terancam mengalami kerugian signifikan akibat lonjakan biaya distribusi.


‎​Menanggapi situasi mendesak tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, menegaskan bahwa pemerintah pusat harus segera turun tangan memberikan solusi konkret bagi para petani. Pernyataan ini disampaikan Rina usai menerima audiensi perwakilan Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).


‎​Koordinator Paguyuban Petani Tebu Blora, Exi Wijaya, mengungkapkan bahwa penghentian operasional pabrik telah melumpuhkan roda ekonomi daerah. Diperkirakan, perputaran ekonomi yang terdampak mencapai Rp500 miliar, dengan melibatkan sekitar 40 ribu orang yang menggantungkan hidup pada rantai industri gula.


‎​Akibat kerusakan mesin tersebut, petani terpaksa mengirimkan hasil panen tebu mereka ke luar Kabupaten Blora. Hal ini berujung pada membengkaknya biaya logistik yang menggerus keuntungan petani secara drastis.


‎​“Kami berharap ada kebijakan subsidi transportasi. Tanpa dukungan tersebut, sebagian besar hasil panen petani akan habis hanya untuk menutup biaya pengiriman ke luar daerah,” ujar Exi.


‎​Rina Sa’adah menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya terpaku pada sektor beras, melainkan juga industri gula yang menjadi tumpuan ekonomi rakyat. Ia berkomitmen untuk membawa persoalan ini dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian dan Perum Bulog.


‎​“Kami akan mengawal agar ada kepastian kebijakan dan langkah nyata. Petani tebu tidak boleh dibiarkan menanggung beban sendirian. Pemerintah harus hadir untuk memastikan hasil panen tetap terserap dengan memberikan dukungan infrastruktur atau subsidi yang dibutuhkan,” tegas Rina.


‎​Lebih lanjut, politisi PKB ini mendesak Kementerian Pertanian dan Bulog untuk segera meninjau langsung kondisi di lapangan guna merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang agar keberlangsungan industri gula di Blora dapat terjaga.(Red) 

×
Berita Terbaru Update