Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Bupati Blora Bidik Pilot Project Pertanian Organik dan Kuota Beasiswa Khusus di Universitas Brawijaya ‎

29 Agustus 2026 | Agustus 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-29T06:32:26Z


MALANG,LintasUpdate.id— Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pertanian dan pendidikan daerah saat hadir sebagai narasumber dalam Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Malang, Kamis (27/8/2026).


‎Di hadapan 171 mahasiswa baru program magister (S2) dan doktor (S3), Bupati Arief memaparkan potensi strategis Kabupaten Blora sekaligus menjajaki kerja sama konkret, mulai dari pengembangan pertanian organik hingga kuota beasiswa khusus bagi putra-putri daerah.


‎​Dalam paparannya, Bupati Arief menjelaskan bahwa Blora memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi pilot project nasional dalam pengembangan pertanian organik. Potensi ini didukung oleh sektor peternakan sapi yang masif, yang secara langsung menyediakan ketersediaan pupuk kandang melimpah sebagai bahan baku utama organik.


‎​"Kami ingin ini tidak hanya berhenti di Blora, tetapi bisa menjadi pilot project yang nantinya dapat dikembangkan dan menjadi contoh bagi daerah lain," ujar Bupati Arief di hadapan sivitas akademika.


‎​Tidak hanya sektor pertanian, Bupati Arief juga membuka pintu seluas-luasnya bagi Universitas Brawijaya untuk menjadikan Blora sebagai laboratorium lapangan dan lokasi penelitian. Mengingat sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Blora didominasi oleh kawasan hutan, sinergi ini dinilai sangat tepat untuk mengkaji sektor pertanian, kehutanan, hingga pemberdayaan masyarakat. Pemkab Blora bahkan menyiapkan desa binaan pertanian organik yang siap diintegrasikan sebagai lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik sekaligus desa percontohan.


‎​Langkah progresif tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Prof. M. Purnomo. Ia menilai Blora tampil visioner dengan membidik niche product atau produk bernilai tambah tinggi, termasuk rencana pengembangan produksi benih jagung dan konsep green house.


‎Menurutnya, strategi ini tidak hanya mendongkrak ekonomi lokal, tetapi juga strategis dalam menopang kebutuhan pangan Jawa Tengah dan Jawa Timur serta menjaga stabilitas inflasi.


‎​Sebagai bentuk timbal balik atas kolaborasi riset dan pengembangan tersebut, Universitas Brawijaya turut menyiapkan langkah afirmatif bagi dunia pendidikan di Blora. Prof. M. Purnomo mengumumkan pembukaan slot atau kuota beasiswa khusus bagi generasi muda berbakat asal Blora yang ingin melanjutkan studi mulai dari jenjang sarjana (S1) hingga doktoral (S3) di fakultas tersebut.


‎​Menutup rangkaian kegiatan yang turut dihadiri oleh jajaran Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora ini, Bupati Arief menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pihak kampus. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi ini dapat berjalan secara berkelanjutan demi kemajuan bersama.


‎​"Kami sangat terbuka, para dekan maupun dosen Universitas Brawijaya dapat bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan kami di Blora," pungkasnya. (Red)

×
Berita Terbaru Update