Notification

×

Iklan

Kasus Perundungan di SMP N 1 Blora Berakhir Damai, Pelaku Diberi Sanksi Sosial ‎

16 Agustus 2026 | Agustus 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-16T03:11:50Z


BLORA,LintasUpdate.id– Kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa di SMP N 1 Blora akhirnya menemui titik terang. Pihak korban dan keluarga terduga pelaku sepakat menempuh jalan damai, sehingga laporan polisi yang sebelumnya dilayangkan ke Polres Blora akan segera dicabut.


‎​Kuasa hukum korban, Adhi Aprianto, menjelaskan bahwa kliennya yang berinisial APW telah menyatakan keinginan untuk berdamai, kembali bersekolah, dan tetap menjalin pertemanan dengan terduga pelaku. Perdamaian ini murni lahir dari kesadaran bersama, tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.


‎​"Tidak ada tekanan, karena kami tidak mau ditekan. Kami tegaskan, kami tidak mau perdamaian ini karena ada tekanan. Ini murni dari kesadaran, dan yang terpenting ini adalah permintaan dari korban," ujar Adhi dalam keterangannya, Sabtu (15/08/2026).


‎​Sebagai bagian dari kesepakatan damai, terduga pelaku dijatuhi sanksi sosial berupa kewajiban melaksanakan sholat Dhuha selama 40 hari serta membersihkan kamar mandi sekolah di luar jam pelajaran. Sanksi ini diharapkan dapat menjadi bentuk pembinaan karakter bagi para siswa yang terlibat.


‎​Selain sanksi bagi pelaku, pihak keluarga korban juga meminta pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan demi mencegah terulangnya kejadian serupa. Permintaan ini telah diakomodasi oleh pihak sekolah dengan rencana penambahan 16 CCTV serta penyediaan petugas khusus untuk mengawasi area kamar mandi.


‎​Dalam pertemuan tersebut, terungkap pula bahwa pemicu insiden perundungan ini adalah adanya kesalahpahaman antarsiswa di lingkungan sekolah. Adhi berharap dengan adanya perdamaian ini, masa depan para siswa tetap terjaga.


‎​"Ini siswa sudah kelas tiga. Saya minta pengertian dari pihak sekolah untuk tetap membina. Kami juga memohon kepada rekan-rekan media untuk memberitakan sesuai fakta dan menghindari narasi yang dapat memicu konflik di kemudian hari, karena mereka semua masih anak-anak," pungkas Adhi.(Red) 

×
Berita Terbaru Update