BLORA,LINTASUPDATE.ID– Semangat gotong royong warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, dalam memperbaiki jalan secara swadaya menarik perhatian pucuk pimpinan Kabupaten Blora. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, meninjau langsung kondisi jalan rusak di desa tersebut pada Rabu (18/3/2026).
Kunjungan kerja ini merupakan respons cepat setelah aksi warga yang membangun jalan secara mandiri viral di media sosial melalui akun TikTok @nglebakofficial. Dengan mengendarai sepeda motor, Bupati Arief menyusuri ruas jalan Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung untuk melihat langsung progres pembangunan rabat beton hasil patungan warga.
"Kami mengapresiasi luar biasa semangat swadaya ini. Sebagai dukungan awal, saya instruksikan Dinas PU segera kirim tanah grosok untuk pengurukan bahu jalan," ujar Bupati Arief di sela-sela peninjauan.
Sementara itu, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menjelaskan bahwa gerakan ini murni inisiatif warga melalui rapat RT. Mengingat jalan tersebut terakhir kali tersentuh pembangunan pada 2012, warga akhirnya memutuskan untuk urunan material, dana, hingga tenaga. Uniknya, dukungan juga mengalir dari warganet saat warga melakukan siaran langsung (live) proses pengerjaan di TikTok.
Usai melaksanakan salat tarawih berjamaah dan menyerahkan santunan Baznas, Bupati Arief menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pemerintah dalam menjangkau seluruh ruas jalan di 295 desa di Blora secara serentak.
"Infrastruktur jalan memang PR besar kami. Kami upayakan masuk di anggaran perubahan 2026 atau maksimal di tahun 2027," tuturnya.
Ia juga meminta kepada Dinas PMD, Desa Nglebak untuk di jadikan model Desa gotong royong sebagai percontohan bagi desa lain.
Selain masalah jalan, Bupati juga menyoroti potensi pendapatan daerah. Ia mengimbau warga untuk melakukan balik nama kendaraan ke plat Blora (K). Menanggapi keluhan warga Blora Selatan yang sering membayar pajak ke wilayah Ngawi karena jarak, Bupati mengungkapkan rencana strategisnya.
"Kami berencana mendirikan kantor Samsat di Randublatung agar warga wilayah selatan tidak jauh-jauh lagi mengurus administrasi kendaraan. Ini penting untuk meningkatkan PAD kita," tambahnya.
Kondisi jalan yang mantap sangat dinantikan warga Nglebak, mengingat desa ini merupakan sentra pertanian tebu dan peternakan sapi yang membutuhkan akses distribusi lancar demi perputaran ekonomi warga.(Fath)
