BLORA,LINTASUPDATE.ID– Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, melakukan kunjungan langsung ke Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, pada Rabu (18/3/2026). Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi atas aksi viral warga yang secara swadaya memperbaiki jalan rusak di wilayah mereka.
Sambil berjalan kaki menyusuri ruas jalan Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung, Bupati Arief menepis anggapan miring di media sosial yang menyebut kedatangannya hanya sekadar untuk membuat konten.
"Saya datang ke Nglebak untuk memberi apresiasi dan menyerahkan bantuan nyata. Saya bantu 300 sak semen dan sudah memerintahkan OPD untuk mengirim grosok. Sama sekali tidak ingin sekadar membuat konten," tegas Mas Arief, sapaan akrabnya, Rabu (25/3/2026).
Dalam dialog dengan warga, Bupati langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk mengirimkan tanah grosok guna pengurugan bahu jalan. Tak hanya itu, Bupati berkomitmen membawa persoalan infrastruktur ini ke tingkat pusat.
"Kami mengupayakan agar ruas jalan di Nglebak bisa mendapatkan dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD). Jika memungkinkan, pembangunan juga akan kami akomodasi melalui Anggaran Perubahan 2026 atau paling lambat di tahun 2027," tambahnya.
Bupati menjelaskan bahwa Desa Nglebak dan Megeri akan diproyeksikan sebagai pusat ekonomi baru, terlebih dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan tersebut yang secara otomatis akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur jalan.
Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menjelaskan bahwa gerakan swadaya ini bermula dari rapat RT di Dusun Kalikangkung. Warga bahu-membahu menyumbangkan dana, material, hingga tenaga yang dikerjakan setiap sore hingga malam hari.
"Pak Bupati datang karena kami undang. Beliau membawa bantuan semen dan grosok yang sangat kami butuhkan. Semua bantuan tercatat transparan di papan pengumuman desa," jelas Eko.
Melihat antusiasme tersebut, Bupati Arief menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar model gotong royong warga Nglebak dijadikan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora dalam merawat semangat komunal.
Desa Nglebak, yang dihuni sekitar 3.000 jiwa, merupakan sentra pertanian tebu dan peternakan sapi. Secara geografis, mobilitas warga lebih banyak mengarah ke Ngawi (30 menit perjalanan) dibandingkan ke pusat Kota Blora yang memakan waktu hingga 2 jam (55 km).
Menutup kunjungannya, Bupati Arief menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan infrastruktur yang belum tertangani secara menyeluruh di 295 desa/kelurahan se-Blora. Kegiatan tersebut diakhiri dengan buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, dan penyerahan santunan anak yatim melalui Baznas.(Fath)
