Notification

×

Iklan

Iklan

Manganan Janjang Resmi Di Tetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

28 Maret 2026 | Maret 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-28T06:29:56Z


BLORA,LINTASUPDATE.ID
– Tradisi turun-temurun Manganan Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, mencapai babak baru. Pada gelaran yang berlangsung Jumat (27/3/2026), tradisi ini resmi dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, kepada Pemerintah Desa Janjang. Tak hanya itu, Bupati juga menyerahkan SK yang menetapkan Janjang sebagai Desa Budaya di Kabupaten Blora.

“Semoga penetapan ini semakin mengukuhkan Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya. Ini sudah paten dan harus terus kita lestarikan. Selain daya tarik wisata religi, ini adalah pendorong ekonomi desa,” ujar Bupati Arief yang hadir mengendarai Vespa bersama jajaran Forkopimda.

Sejak pagi buta, ribuan warga dari berbagai daerah seperti Bojonegoro dan Rembang memadati kompleks Makam dan Tapaan Mbah Janjang (Jatikusuma, Jatiswara). Mereka datang membawa ambeng atau nasi berkat lengkap dengan ingkung ayam sebagai wujud syukur atas hasil bumi setahun terakhir.

Keunikan utama tradisi ini adalah pembagian ribuan porsi nasi dan daging yang dibungkus daun jati. Panitia menyembelih sapi dan kambing untuk dimasak bersama dan dibagikan gratis kepada pengunjung berdasarkan antrean daun jati yang telah disediakan.

“Sudah enam kali saya ikut. Awalnya cari nasi berkat daun jati karena rasanya sedap, tapi sekarang saya juga ikut sedekah ingkung. Semuanya kelihatan guyub rukun,” tutur Sumirah (56), warga asal Bojonegoro.

Kemeriahan Manganan Janjang tidak hanya dirasakan sebagai ritual spiritual. Di sepanjang jalan menuju makam, ratusan pedagang UMKM mulai dari kuliner hingga mainan anak meraup rejeki dari para peziarah.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, yang baru pertama kali mengikuti ritual ini mengaku terkesan dengan potensi wisatanya.

“Ramai sekali, potensinya luar biasa. Nasi berkat bungkus daun jatinya punya rasa khas pedesaan yang ngangeni,” ungkapnya.

Sementara itu, ​Kepala Desa Janjang, Ngasi, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang digelar setiap Jumat Pon setelah Idul Fitri ini. Ia berharap dengan akses jalan yang kini sudah bagus, Janjang semakin dikenal luas hingga ke luar Jawa.

Acara ditutup dengan pertunjukan Wayang Krucil, kesenian khas peninggalan Mbah Jatikusumo yang menjadi pengiring setia setiap kali Manganan Janjang digelar.(Fath) 

×
Berita Terbaru Update