BLORA,LintasUpdate.id- Pemerintah Kabupaten Blora terus memperkuat sinergi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya antara SPPG dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga terkait tata kelola sampah melalui Rapat Koordinasi yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (13/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP, M.Si, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, bersama jajaran Forkopimda Blora, Pj. Sekda Blora, Satgas MBG Blora, sejumlah kepala OPD, para camat, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, seluruh yayasan yang menaungi SPPG serta seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Blora.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman menekankan pentingnya membangun kerja sama yang saling menguatkan antara SPPG dan KDMP.
"Saya berharap antara pengelolaan SPPG dengan KDMP ini bisa saling sinergi, saling bekerjasama" ungkap Bupati
Bupati mengatakan, sejumlah SPPG telah mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah KDMP.
"Tadi sudah ada testimoni, kaitannya SPPG dengan KDMP sudah bersinergi," terangnya
Ia menambahkan, berbagai masukan dari pengelola SPPG perlu menjadi bahan perbaikan bersama agar pola kerja sama antara SPPG dan KDMP dapat berjalan lebih optimal.
"Masukan-masukan tadi yang disampaikan SPPG Ngawen 1, nanti menjadi bahan evaluasi untuk terus berbenah," paparnya
Termasuk kaitanya dengan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang berasal dari SPPG juga menjadi perhatian dalam rapat ini.
Menurutnya, sampah organik memiliki potensi untuk diolah kembali sehingga tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai manfaat.
"Ada yang dari Japah ini sudah bekerjasama dengan beberapa SPPG bagaimana sampah organiknya ini diolah dan ini menghasilkan sesuatu. Dan dari pengalaman testimoninya, ini biaya lebih murah daripada dikelola sendiri," ungkap Bupati
"Jadi, ketika ada yang ambil dan ini bisa dimanfaatkan, ini tentunya persoalan sampah yang selama ini dialami SPPG ini bisa kita atasi bersama." imbuhnya
Ia berharap keberadaan Program MBG dan KDMP dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan daerah, termasuk mendukung upaya penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penanganan stunting, serta menjaga stabilitas inflasi.
"Diharapkan keberadaan program MBG dan juga Kopdes ini untuk daerah masing-masing ini bisa membantu kaitannya dengan penurunan kemiskinan, untuk bagaimana angka IPM , stunting, dan juga menjaga kondisi inflasi. Oleh karena itu dibutuhkan koordinasi stakeholder lintas OPD dan juga dengan Forkopimda," tambah Bupati.
Bupati juga menyoroti pentingnya penerapan standar dalam pengelolaan dapur SPPG. Ia menyampaikan bahwa kualitas makanan bergizi yang menjadi output program harus didukung input dan proses yang baik.
"Dari Kepala BGN tadi menyampaikan bahwasannya program MBG ini outputnya adalah bagaimana menyajikan makanan yang bergizi. Sehingga diharapkan outputnya ini harus baik. Kalau ingin outputnya baik, inputnya harus baik, prosesnya harus baik. Nah, ini sekarang di bawah Mas Dar ini akan ditata lebih baik," terangnya
Menurutnya, standardisasi dapur, termasuk pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sanitasi, kesehatan, kebersihan hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) harus menjadi perhatian bersama. Hal-hal tersebut nantinya akan diawasi.
Dalam rapat tersebut, penguatan sinergi SPPG dengan pihak sekolah dan masyarakat juga menjadi perhatian.
"Sinergi antara SPPG dengan pihak sekolah ini juga harus dilakukan. Termasuk, dengan adanya Radar MBG nantinya," jelasnya
Dalam rapat koordinasi tersebut juga disampaikan pemaparan oleh Kepala Dindagkop Blora menyampaikan arahan terkait sinergi SPPG dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai landasan regulasi dan arah kebijakan.
Sementara itu Candra dari SPPG Ngawen 1, menyampaikan bahwa pihaknya mulai bersinergi dengan KDMP untuk memenuhi kebutuhan SPPG.
"Ini kan kemaren sudah kita sudah mulai berbelanja di KDMP di Desa Gotputuk, Kecamatan Ngawen, di Ngawen ini sudah ada empat KDMP yang sudah beroperasi. Secara umum baik pelayanan dan produk itu sudah baik", jelasnya.
Meski demikian Candra menyampaikan masih ada beberapa hal yang perlu di perbaiki, terkait ketersediaan barang untuk memenuhi kebutuhan SPPG.
Pihak SPPG Ngawen 1 juga menyatakan komitmenya untuk mendukung penggunaan produk lokal.
"Kemaren kita juga meminta data hasil produk lokal apa saja. Contoh seperti ada kelompok peternak atau kelompok pertanian organik, hidroponik, seperti itu.Itu kita sudah mulai mendata semua agar itu bisa kita serap kembali", pungkasnya. (Red)
