BLORA,LINTASUPDATE.ID– Operasi pencarian korban hanyut di Sungai Lusi, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, resmi dihentikan setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban terakhir pada hari Jumat (12/12/2025) siang.
Dengan penemuan ini, total lima santriwati dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora dipastikan meninggal dunia akibat terseret arus sungai.
Tragedi naas ini terjadi pada Kamis pagi (11/12/2025), ketika delapan santriwati dilaporkan hanyut saat sedang mencari kerang di aliran Sungai Lusi. Menurut keterangan resmi, rombongan siswa tersebut nekat masuk sungai yang berarus deras dan akhirnya menyeret kedelapan remaja putri tersebut.
Dari delapan korban, tiga santriwati dilaporkan berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut pada pepohonan di pinggir sungai dan langsung dievakuasi. Sementara itu, lima santriwati lainnya terus terseret arus dan dinyatakan hilang.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Lusi sejak Kamis siang. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya lima korban meninggal dunia secara bertahap di berbagai titik di sepanjang aliran sungai.Tiga jenazah korban terakhir berhasil ditemukan pada Jumat (12/12/2025) pagi hingga siang.
"Dengan ditemukannya tiga korban terakhir hari ini, maka seluruh korban yang berjumlah delapan santriwati telah ditemukan. Lima di antaranya meninggal dunia, dan tiga selamat. Operasi pencarian resmi kami tutup," ujar salah satu koordinator tim SAR.
Lima jenazah santriwati yang menjadi korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak MBS Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora dan pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak sekolah dan keluarga korban telah menerima kabar duka ini dengan penuh kesedihan.(Fath)

Tidak ada komentar: